VIVA.co.id - Wakil Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia dari Kementerian Luar Negeri RI, Krishna Djaelani, mengatakan, hingga saat ini masih belum ditemukan kabar mengenai tiga pendaki asal Bandung yaitu Alma Parahita, Kadek Andana, dan Jeroen Hehuwat.
Tim SAR gabungan asal Indonesia juga tak menemukan adanya WNI di ratusan jasad yang dievakuasi ke rumah sakit Tribhuvan University Teaching Hospital (TTU) di Kathmandu, Nepal.
Demikian ungkap Krishna yang dihubungi VIVA.co.id melalui pesan pendek pada Senin malam, 11 Mei 2015. Sebelumnya, tim SAR berhasil menemukan kartu identitas Alma di daerah Langtang tempat Guest House Everest berada.
Dia menjelaskan, saat ini tim SAR gabungan menggunakan tiga metode untuk menemukan tiga pendaki tersebut. Sebab, hanya mereka yang diketahui belum bisa dikontak.
"Pertama, kami menelusuri setiap rumah sakit untuk mencari kemungkinan adanya korban WNI. Kedua, pencarian melalui udara ke daerah Langtang, dan ketiga melalui jalur darat di daerah Dunche," papar Krishna yang tengah berada di Kuala Lumpur ketika dihubungi VIVA.co.id.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru yang dimiliki Krishna, total WNI yang ditemukan di Nepal berjumlah 103 orang. Sebanyak 39 orang merupakan WNI yang menetap, sedangkan 64 WNI pengunjung Nepal.
"Dari 39 WNI menetap, semuanya telah berhasil dihubungi. Sementara itu, untuk WNI yang berkunjung ke Nepal, tinggal tersisa tiga orang yang belum bisa dihubungi. Sebanyak 46 lainnya telah berada di luar Nepal," ujar Krishna.
Dalam catatannya, juga terdapat WNI yang telah dipulangkan pada 6 Mei lalu dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara Boeing 737-400. Total terdapat 26 WNI yang dipulangkan.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M Fachir, mengatakan, misi kemanusiaan di Nepal masih terus berjalan. Sebab, ada permintaan dari pemerintah setempat supaya rumah sakit lapangan Indonesia terus beroperasi di sana.
"Mereka bahkan meminta untuk diperpanjang hingga tiga bulan. Kami akan melihat bagaimana kelanjutannya karena hal ini juga menyangkut masalah logistik," kata Fachir.
Data terbaru yang dilansir dari Fox News melansir total korban tewas di Nepal telah menembus angka 8.000. Pusat Operasi Darurat Nasional mengatakan, jumlah korban tewas mencapai 8.109 orang. Sementara itu, 17.866 orang di antaranya mengalami luka.
Sebanyak 366 orang masih dinyatakan hilang usai Nepal diguncang gempa berkekuatan 7,8 skala Richter. (art)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar