Selasa, 12 Mei 2015

Kenangan Pilu Para Ibu yang Kehilangan Anak di Tragedi 1998


Kenangan Pilu Para Ibu yang Kehilangan Anak di Tragedi 1998

VIVA.co.id - Tujuhbelas tahun sudah tragedi Mei 1998 berlalu, tetapi hingga kini luka dan trauma mendalam akibat kejadian tersebut masih dirasakan para keluarga yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Maryasanu, salah seorang ibu yang anaknya menjadi korban pada kerusuhan tersebut, masih tidak mampu menahan air mata apabila melewati Mall Klender, yang pada saat kerusuhan dahulu bernama Mall Yogya.

"Rasa trauma tentu ada, biarpun sudah tujuh belas tahun berlalu, ibu masih nggak sanggup kalau masuk ke dalam tempat ini. Masih sangat terasa sekali," kata Maryasanu, Selasa 12 Mei 2015.

Maryasanu juga mengungkapkan rasa sedihnya, karena jasad anaknya tidak bisa ditemukan.

"Sampai sekarang saya merasa masih belum puas. Karena jasad anak saya masih belum bisa ditemukan, kalau ditemukan itu kan kita bisa urus secara baik-baik," ujarnya.

Selain Maryasanu, rasa trauma yang sama juga dialami oleh Kusmiati yang kehilangan anak pertamanya akibat kerusuhan yang dikenal dengan sebutan Tragedi Mei '98.

"Masih sangat sedih, saya masih terus kebayang-bayang sampai sekarang. Kalau saja dia hidup sekarang dia sudah dewasa dan bisa membahagiakan saya," kata Kusmiati.

Meski 17 tahun sudah berlalu, tapi Kusmiati masih ingat betul kejadian itu dan dia juga menceritakan saat-saat dia menemukan anaknya dalam keadaan tak bernyawa.

"Waktu itu saya di sini sampai malam, meminjam senter dan petromaks untuk mengenali jasad anak saya. Mungkin karena naluri seorang ibu, saya merasa seperti dipanggil oleh anak saya dan diarahkan ke tempat jasadnya," ujar kusmiati sambil menitikan air mata.

Kusmiati juga mengatakan, sampai saat ini dia dan para keluarga korban lainnya pada hari Kamis di tiap minggunya rutin mengirimkan surat kepada Presiden RI

"Sejak awal kepemimpinan SBY sampai saat ini, setiap Kamis, kami para keluarga korban tidak pernah putus mengirimkan surat kepada Pak Presiden," kata Kusmiati.

Kusmiati juga menyelipkan harapan pada setiap surat-surat yang dia buat. Salah satu d iantaranya adalah mereka masih berharap pemerintah sanggup mengungkap dalang kasus kerusuhan pada Mei 17 tahun silam.

"Sampai saat ini harapan saya adalah semoga presiden saat ini mampu mengusut tragedi Mei dan mengungkapkan kebenaran," ujar Kusmiati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar