TRIBUNSUMSEL.COM - Masih menjadi perbincangan yang
seru tentang kriteria calon pendamping hidup. Sebab menikah dianggap
hanya dan harus sekali, maka jangan sampai salah pilih.
Selain itu, menikah merupakan sebuah terminal kehidupan baru yang
amat berpengaruh dalam menentukan kelangsungan kehidupan seseorang;
apakah bertambah sukses, bahagia, dan aneka jenis kebaikan lain, atau
sebaliknya.
Maka, kriteria pendamping hidup ini amat penting untuk diupayakan. Meski sayangnya, banyak yang salah paham dan mengada-ada.
Jika kriteria kebaikan calon pendamping hidup dirangkum dalam satu
kata ‘agamanya’, maka Islam pun berwasiat agar kaum muslimin jangan
memilih wanita tertentu yang akan dinikahi.
Apa saja yang termasuk dalam makna kata ‘jangan’, dan apakah alasannya?
“Jangan menikahi wanita karena kecantikannya,”
Jangan sekalipun memutuskan menikahi wanita hanya karena putih
kulitnya, bening wajahnya, lurus rambutnya, bagus fisiknya, ataupun
aurat lain yang terbuka secara sengaja.
“Jangan menikahi wanita karena hartanya,”
Hindari pernikahan yang motivasi utamanya adalah harta. Hanya karena
anak konglomerat, anda tertarik untuk mempersuntingnya. Hanya karena
miliki banyak aset berupa rumah, vila, mobil, dan perhiasan mewah;
kemudian anda berhasrat untuk menjadikannya sebagai pendamping hidup.
Karena, pesan Nabi, “Mungkin hal itu akan merendahkanmu.”
“Jangan menikahi wanita karena nasab mulianya,”
Nasab itu menggoda. Sebab ada imajinasi kemuliaan di dalamnya.
Bukankah jika menjadi menantu seorang presiden, maka ia akan lebih
disanjung dibanding hanya menantu penjual duren?
Maka, tahanlah diri jika hasrat itu makin menggebu. Sebab jika
menikahi seorang wanita karena nasabnya semata, nasihat Nabi, “Mungkin
itu menyebabkan kehinaanmu.”
Ketiganya akan sirna tak bermakna tanpa pemahaman agama yang bagus
dan perangai yang mulia. Apalagi, harta, wajah, dan nasab; bisa sirna
dalam hitungan detik atau lebih cepat lagi.
Dan, ketika sebab itu hilang, hilang pula rasa cinta; ujungnya adalah
perselisihan, perceraian dan siksa jika pelakunya tidak bertaubat dan
semakin terjerumus dalam godaan setan.
Maka, lanjutan sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah,
al-Bazzar, al-Baihaqi, dari Abdullah bin Amr ini, “Namun, nikahilah
mereka karena agamanya. Sesungguhnya budak berkulit hitam lebih baik,
asal baik agamanya.” [Firman]
Tapi ingatlah sekalian pembaca bahwa bijak dalam menjalani hidup ini " tidak ada manusia yang sempura di dunia ini dan kita hanya bisa berusaha Allah SWT lh yang telah merencanakan sesuatu " .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar