Orang Indonesia lebih rela menghabiskan uang untuk membeli perangkat.
Sumber VIVA.co.id - Timotius Oyong, pakar Sumber Daya
Manusia dan Karir, mengatakan masyarakat Indonesia sangat unik. Dilihat
dari pengeluaran biayanya, orang Indonesia sering mengeluarkan investasi
untuk kebutuhan teknologi.
Masyarakat Indonesia, kata Oyong, lebih sering mengeluarkan uangnya untuk membeli perangkat teknologi (device).
"Bagi masyarakat Indonesia, device itu penting, maka dia spending uang. Misal, gaji Rp5 juta, tapi mau membeli device dengan harga Rp8 jutaan," ujar Oyong di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2015.
Artinya, lanjut dia, masyarakat Indonesia sangat peduli dengan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memperhatikan ke depannya. Oyong kemudian membandingkan dengan investasi masa depan yang seharusnya dilakukan, tapi justru tidak diperhatikan oleh orang Indonesia.
"Mereka jarang spending uang untuk mengembangin keahliannya. Padahal, itu berguna ke depannya. Misalnya, device dijual kembali tapi harganya turun. Tapi kalau untuk pengembangan diri kan belum tentu," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti beberapa perusahaan yang masih mengabaikan keluwesan dengan adanya bantuan perangkat teknologi.
Artinya, lanjut dia, masyarakat Indonesia sangat peduli dengan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memperhatikan ke depannya. Oyong kemudian membandingkan dengan investasi masa depan yang seharusnya dilakukan, tapi justru tidak diperhatikan oleh orang Indonesia.
"Mereka jarang spending uang untuk mengembangin keahliannya. Padahal, itu berguna ke depannya. Misalnya, device dijual kembali tapi harganya turun. Tapi kalau untuk pengembangan diri kan belum tentu," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti beberapa perusahaan yang masih mengabaikan keluwesan dengan adanya bantuan perangkat teknologi.
Pada era saat ini, pekerjaan bisa dilakukan di rumah tanpa harus
datang ke kantor. Sebab, kalau ada peristiwa banjir, demo, atau
kerusuhan, maka akan menghambat pekerjaan.
"(Seharusnya) para pemilik perusahaan sadar kalau karyawan sadar device itu penting untuk menunjang pekerjaan," kata dia. (ase)
"(Seharusnya) para pemilik perusahaan sadar kalau karyawan sadar device itu penting untuk menunjang pekerjaan," kata dia. (ase)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar